www.calesmart.com
www.calesmart.com
www.calesmart.com
www.calesmart.com
www.blog.calesmart.com
Februari 8th, 2017 by Catur Budi Waluyo

Selamat siang blogger, pada kali ini kita coba belajar tentang UAV. karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) beberapa tahun terakhir, kehadiran pesawat tanpa awak telah mulai menampakkan eksistensinya. Untuk negara maju, pesawat tanpa awak ini menjadi andalan, untuk di indonesia sering di sebut dengan pesawat UAV. Pesawat UAV (Unmanned Aerial Vehicle) adalah sebuah kendaraan yang tidak memiliki awak di dalam pesawat. Aplikasi dari UAV berupa pesawat drone seperti Quadcopter, Hexacopter, dan pesawat fix wing yang sering dijumpai di dunia aeromodelling. UAV banyak dikembangkan untuk berbagai fungsi dan misi yang dapat membantu kegiatan masyarakat sipil seperti pemetaan wilayah pada daerah perkebunan, pemgambilan gambar untuk berita, dokumentasi proyek pembanguan gedung tinggi, pemantauan lalu lintas kendaraan di perkotaan, pemantauan gunung api.

Untuk Kendali UAV ada yang menggunakan manual dan otomatis. Kendali manual yaitu pesawat digerakkan oleh user sedangkan kendali otomatis yaitu UAV mempunyai sistem autopilot. Sehingga jika UAV itu akan menabrak suatu obstacle atau penghalang maka secara otomatis akan menghindar. Teknik ini dapat menggunakan sistem yang sudah terintegrasi dengan sistem Auto pull Up. Tahukah anda pengertian dari Auto Pull Up untuk UAV?

Auto Pull up adalah suatu mekanisme teknik kendali baru dimana terdapat dalam pengembangan autopilot yang berfungsi sebagai kendali otomatis untuk menggerakan suatu bidang kendali pada pesawat yang bertujuan untuk menghindari suatu benda yang menjadi penghalang tanpa campur tangan dari user. User yang dimaksud disini yaitu pengguna yang mengendalikan UAV dengan menggunakan Remote atau secara manual. Blok diagram dari cara kerja sistem Auto Pull Up dapat dilihat pada gambar 1.

Berdasarkan gambar 1 dapat dilihat bahwa bagian Pengirim (Tx) di Sensor ultrasonik memancarkan sinyal ke obstacle kemudian jika obstacle berupa benda pejal maka dari Obstacle akan memantulkan kembali sinyal ke bagian penerima (Rx) di sensor ultrasonik selama waktu tempuh. Waktu tempuh tersebut akan digunakan untuk menghitung jarak dari UAV ke obstacle. Untuk rumus dasar menghitung jarak dengan menggunakan prinsip radar dapat dilihat pada persamaan 1.

www.blog.calesmart.com

gambar 1. sistem dengan UAV dengan menggunakan mikrokontroller

www.blog.calesmart.com

persamaan 1. Rumus dasar untuk menghitung jarak

Keterangan: R adalah jarak satuan dalam meter (m), C adalah kecepatan cahaya 3×10^8 m/s. dan t adalah waktu tempuh.

Sehingga Waktu tempuh dari gelombang yang diperoleh akan menjadi masukan atau input ke sistem mikrokontroler. Pada sistem mikrokontroller ini waktu tempuh akan dikonversi menjadi jarak yang akan menjadi acuan untuk mengaktifkan dan menonaktifkan sistem auto pull up ini. Pada kasus ini sistem dapat menggunakan sensor ultrasonik karena Quadcopter dapat melakukan gerakan hover. tetapi alangkah baiknya menggunakan algoritma yang lain seperti pengendali PID daripada menggunakan sensor ultrasonik yang jangkauan maksimal 5 meter dengan kondisi obstacle benda pejal dan datar. Setelah itu masuk ke rangkaian quadcopter untuk menggerakkan motor brushless nya.

Untuk perancangan software dapat menggunakan pemrograman arduino seperti pada artikel sebelumnya. Disini hanya menambahkan algoritma kondisi If dan else. Untuk penulisan dasar alur logika IF dapat dilihat dibawah ini.

Komponen utama pada UAV

  1. Motor Brushless Direct Current

    www.blog.calesmart.com

    Motor Brushless

  2. ESC (Electronic Speed Controller) yaitu sebuah modul yang fungsinya mengatur putaran pada motor sesuai ampere yang di butuhkan oleh motor

    www.blog.calesmart.com

    ESC

  3. Remote Control dan Rangkaian Penerima

    www.blog.calesmart.com

    RC dan Rx

  4. Flight controller

    www.blog.calesmart.com

    Flight Controller

  5. Frame UAV

    www.blog.calesmart.com

    Frame Quadcopter X450

  6. Regulator power supply

    www.blog.calesmart.com

    Regulator Power supply

  7. Propeller

    www.blog.calesmart.com

    Propeller

  8. Baterai
    www.blog.calesmart.com

    Baterai Li-Po

    Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat.

Posted in Artikel Tagged with: , , , ,