Desember 5th, 2016 by Rizzan Hazdiqqi
Printed Circuit Board ( PCB ) adlah sebuah papan rangkaian yang terbuat dari bahan ebonit ( Pertinax ) atau fiber glass dimana salah satu sisi permukaannya dilapisi dengan tembaga tipis. Jenis ini umumnya disebut single side karana hanya memiliki satu permukaan yang berlapiskan tembaga. Sedangkan PCB yang kedua sisinya digunakan untuk pembuatan rangkaian yang bersifat kompleks dan rumit, sehingga kedua bagian sisinya dapat difungsikan sebagai jalur – jalur pengawatan, PCB ini juga berfungsi sebagai dudukan komponen – komponen.
Pada saat rangkaian dihubungkan dengan umber tegangan, maka jalur – jalur pengawatan pada PCB ini akan berfungsi sebagai penghantar arus listrik. Jalur–jalur pengawatan tersebut akan menghubungkan satu komponen dengan komponen yang lain secara terpadu, sehingga berbentuk suatu rangkaian elektronik.
Dengan menggunakan PCB didalam perakitan – perkitan peralatan elektronik, diperoleh keuntungan antara lain :
1.Mudah mencari kerusakan, jika alat tersebut mengalami gangguan.
2.Dapat dibuat peralatan elektronik yang semakin kecil, karana tempat
dudukan komponen dapat dipersempit.
3.Sedikit menggunakan kabel.
4.Pada peralatan yang bekerja dengan frekwensi tinggi dapat dicegah terjadinya frekwensi liar.
Langsung saja!!!!
Kalian pasti gak percaya bikin PCB pake autan.. awalnya saya juga gak percaya tuh, obat nyamuk bisa pakai sablon pcb, paling iseng-iseng doang heehe. Tapi setelah saya eksperimen, ternyata hasilnya memuaskan..!!
okee..langsung saja to the point..berikut langkah-langkahnya..
1. Bersihkan dahulu PCB pada bagian tembaga nya.
2. Tempelkan layout design yang telah dicetak pada PCB di bagian tembaga dan layout menghadap ke tembaga.
3. Kemudian berikan liquid transfer diatas kertas yang telah ditempelkan pada tembaga, berikan secara merata.
4. Berikan plastik pelapis pada PCB yang telah diberi liqid transfer, lalu gosok menggunkan koin sampai jalur layout pada kertas berpindah ke PCB (±2menit).

5. Setelah diperkirakan jalur PCB sudah ter-transfer maka bersihkan kertas menggunakan air dan digosok perlahan menggunakan tangan.

6. Jika ada jalur yang putus bisa dsambung menggunkan Pen permanent (waterproof).
7. Setalah jalur dipastikan aman tdk ada yang terputus maka PCB siap untuk dilarutkan (etching)
8. Siapkan tempat untuk etching kemudian masukkan ferid cloride kedalam wadah dan beri air hangat.
9. Masukkan PCB kedalam wadah dan goyang goyangkan wadah sampai cooper (tembaga) yang tidak dipakai hilang.

10. setelah proses etching selesai maka bersihkanlah PCB menggunakan air jernih.
11. Kemudian bersihkan tinta hasil transfer menggunakan cairan tinner.

12. Setelah dibersihkan menggunakan tinner, dilanjutkan pengeboran PCB.

13. Setelah di bor dilanjut dengan memberikan silkscreen dengan cara yang sama pada saat mentransfer jalur pada PCB.
14. Setelah PCB jadi dilanjut untuk pemasangan komponen pada PCB.
Posted in Artikel, Kuliah, Riset Tagged with: autan, elektro, etching., pcb, riset, sederhana, stta
November 30th, 2016 by Rizzan Hazdiqqi
Cara Mengukur LDR (Light Dependent Resistor) dengan Multimeter
Alat Ukur yang digunakan untuk mengukur nilai hambatan LDR adalah Multimeter dengan fungsi pengukuran Ohm (Ω). Agar Pengukuran LDR akurat, kita perlu membuat 2 kondisi pencahayaan yaitu pengukuran pada saat kondisi gelap dan kondisi terang. Dengan demikian kita dapat mengetahui apakah Komponen LDR tersebut masih dapat berfungsi dengan baik atau tidak.
Mengukur LDR pada Kondisi Terang
- Atur posisi skala selektor Multimeter pada posisi Ohm
- Hubungkan Probe Merah dan Probe Hitam Multimeter pada kedua kaki LDR (tidak ada polaritas)
- Berikan cahaya terang pada LDR
- Baca nilai resistansi pada Display Multimeter. Nilai Resistansi LDR pada kondisi terang akan berkisar sekitar 500 Ohm.

Mengukur LDR pada Kondisi Gelap
- Atur posisi skala selektor Multimeter pada posisi Ohm
- Hubungkan Probe Merah dan Probe Hitam Multimeter pada kedua kaki LDR (tidak ada polaritas)
- Tutup bagian permukaan LDR atau pastikan LDR tidak mendapatkan cahaya
- Baca nilai resistansi pada Display Multimeter. Nilai Resistansi LDR di kondisi gelap akan berkisar sekitar 200 KOhm.


Posted in Artikel, Riset Tagged with: electronic, elektro, ldr, stta
Oktober 2nd, 2016 by Rizzan Hazdiqqi
Sebuah monokrom (satu warna) LED display dot matrix ini digunakan untuk menampilkan Karakter dan Simbol yang bersifat antarmuka dengan mikrokontroler. Proyek ini akan menampilkan pesan teks bergulir pada 32 × 8 LED dot matrix. Mikrokontroler yang digunakan adalah Arduino Uno yang merupakan prototipe platform open source Elektronik. 32 kolom dari matriks LED didorong secara individual oleh empat register geser (max7219), sedangkan delapan baris gabungan juga didorong oleh Shift Horizontal. Di sini kita akan scanning seluruh baris dan mengisi garis kolom dengan tingkat logika yang tepat. Program dalam mikrokontroler adalah untuk menentukan kecepatan pesan bergulir serta pesan apa yang akan kita tampilkan. Teknik ini akan diperlihatkan untuk gulir ke kiri, tetapi dapat dengan mudah diimplementasikan untuk bergulir ke arah lain. Program Sketch untuk Arduino Uno dikembangkan dengan Arduino Software.
Mini LED Fitur Jam:
Mode dasar dengan angka besar
Mode slide di mana angka bergulir dan mematikan layar
Mode Kecil digit dengan plus detik
Waktu ditulis dalam kata-kata mis “Sepuluh lewat lima belas menit ”
menampilkan tanggal
Opsi 12/24 jam
Opsi kecerahan
Jam Mode acak opsi yang mengubah mode tampilan setiap beberapa jam.
Menekan tombol menu didorong untuk setup & pilihan tampilan.
Daftar bagian
4 x MAX7219 Dot Matrix Modul Kontrol Tampilan DIY kit.
1 x Arduino Uno atau Duemilanove dengan 32k RAM.
1 x DS1307 real time clock modul.
1 x Arduino prototyping perisai
1 x papan tempat memotong roti untuk pengujian (opsional)
2 x Dorong untuk membuat tombol seperti ini.
1 x A ke B Jenis USB Timbal
1 x Induk untuk power adapter USB
Kawat
Kit ini menggunakan LED merah matriks yang dihubungkan ke sebuah PCB dengan onboard MAX chip controller. chip mengambil semua kerja keras dari mengendalikan LED. Anda hanya perlu beberapa kabel untuk menghubungkan modul ke Arduino, maka Anda dapat mengendalikannya dengan menggunakan software. Hal menarik lainnya adalah clip ini matriks PCB bersama-sama dengan jumper plastik, sehingga Anda dapat membuat display sebesar yang Anda suka. Kit harus disolder dan menggunakan mount permukaan komponen.
Konfigurasi PIN Modul Dot Matrix
Arduino Pin 10 untuk LOAD
Arduino Pin 11 ke CLK
Arduino Pin 12 sampai DIN (Data Dalam)
5V Arduino ke 5v
Arduino GND ke GND
Konfigurasi PIN Modul RTC
SDA untuk Arduino analog pin 4
SCL ke Arduino analog pin 5
5V untuk Arduino 5V pin
GND ke Arduino pin GND
Konfigurasi PIN Tombol Setting
Tombol 1 terjadi antara Arduino digital pin 2 dan GND
Tombol 2 terjadi antara Arduino digital pin 3 dan GND
Modul DS1307 berisi chip DS1307 yang menjaga waktu, bersama dengan baterai yang berjalan chip jika listrik utama terputus. Dengan cara itu bahkan jika Anda mencabut jam, ketika Anda pasang kembali waktu akan tetap benar. Ini hanya perlu 4 kabel untuk bekerja. 5V dan GND untuk kekuasaan, maka SDA dan SCL yang digunakan untuk mengirim data jam melalui protokol I2C ke Arduino.
The Protoshield

Papan prototyping atau ‘perisai’ dihubungkan ke Arduino sehingga mudah untuk menambahkan komponen lain. Ini membawa input dan output pin Arduino ini ke sebuah papan sirkuit kita bisa solder hal yang. Kami akan menggunakan ini untuk me-mount modul DS1307, ditambah untuk menghubungkan koneksi display matrix dan tombol untuk.

Untuk file lengkap ada dibawah ini:
Source Code Disini
Untuk lebih lengkapnya silahkan kunjungi https://123led.wordpress.com/mini-led-clock/
Posted in Artikel, Kuliah, Publikasi, Riset Tagged with: arduino, elektro, riset
September 26th, 2016 by Rizzan Hazdiqqi
Untuk anda yang ingin membuat sebuah jam digital canggih lengkap dengan jam, menit, serta alarm, disini saya akan membagikan salah satu proyek arduino yang sangat berguna dan cocok digunakan untuk tugas akhir sekolah maupun skripsi elektronika bagi yang sudah kuliah.
Jam digital kali ini berbasiskan arduino yang menggunakan IC ATMEGA328. Dalam proyek ini saya menggunakan Aruino Nano yang ukurannya cukup kecil. Jam digital ini sudah dilengkapi dengan sebuah IC RTC, yaitu sebuah IC yang dapat menyimpan data waktu maupun tanggal walaupun power supply untuk jam itu sendiri mati.
Agar jam digital ini dapat terus meng-counter waktu pada saat listrik padam, maka diperlukan nya sebuah battery backup untuk tenaga cadangan bagi IC RTC hingga berbulan bulan lamanya tanpa ada arus listrik ke rangkaian jam digital.
Jam digital ini bisa menggunakan display seven segmen common anoda maupun common catoda tergantung dari pemasangan transistor driver terhadap seven segmen.
Pada jam digital ini dilengkapi dengan 3 tombol yang dapat digunakan untuk mengatur jam, menit serta alarm.
Karena Untuk mempermudah bagi yang ingin membuat saya menyediakan 2 Source Program. Kerana seperti yang anda ketahui seven segment memiliki dua jenis, yaitu Common Anoda dan Common Catoda.
3. Seven Segment 4 buah (Bebas “CA/CC”)
Untuk skema rangkaian dapat diliht pada gambar dibawah ini.

Dipostingan ini saya membuatnya kedalam PCB double layer. dan bagi teman teman yang ingin membuatnya keadalam single layer maupun langsung menggunakan module arduino bisa menggunakan rangkaian skematik diatas.



Untuk Source code Bisa Didownload dibawah ini:
Password tanyakan Via Instagram atau Facebook
1.Common Anoda
Download Disini
2.Common Catoda
Donwload Disini
Untuk video hasilnya dapat dilihat
Disini
Posted in Kuliah, Publikasi, Riset Tagged with: elektro, jam digital, riset, Seven Segment
Agustus 12th, 2016 by Catur Budi Waluyo
Banyak orang sering bilang, masukin jurnal ilmiah itu susah lho..mendingan masukin jurnal internal aja, gampang…sebelum masuk ke jenis-jenis jurnal ilmiah, sebenarnya jurnal ilmiah itu apa? jurnal ilmiah adalah suatu makalah publikasi yang memuat hasil karya ilmiah yang mengandung data dan informasi untuk kemajuan IPTEK dengan penulisan sesuai kaidah-kaidah ilmiah yang diterbitkan secara berkala.
ada beberapa hal yang wajib dipenuhi dalam jurnal ilmiah yaitu ISSN, diterbitkan secara berkala dan mempunyai link e-journal dll. berikut list jurnal nasional untuk bidang elektro, informatik yang saya dapat dari link ini.
Posted in Publikasi Tagged with: elektro, informatika, jurnal, nasional, publikasi, riset, umum