www.calesmart.com
www.calesmart.com
www.calesmart.com
www.calesmart.com

Category: Buku

www.blog.calesmart.com
September 13th, 2017 by Catur Budi Waluyo

Selamat siang sobat, pada kali ini sobat bloger pernah dengar Jaringan telekomunikasi? Jaringan telekomunikasi yaitu suatu perangkat jaringan yang menghubungkan komunikasi 2 perangkat pada jarak jauh. Pada tingkatan layanan Quality of service (QoS) terdapat beberapa topologi yang digunakan dalam jaringan telekomunikasi, karena jenis topologi akan mempengaruhi kualitas dalam layanan kepada pelanggan, sehingga dalam dunia telekomunikasi, adanya keberadaan devisi optimalisasi sangat di perhatikan, karena jika segi perancangan dan optimalisasi sistem yang dimiliki tidak sesuai dengan standar dan kebijakan regulasi maka lambat laun akan di tinggalkan oleh pelanggan. Standar setiap provider mempunyai level yang berbeda, tetapi secara garis besar perancangan sistem komunikasi tetap memperhatikan kualitas dan kuantitas pengguna yang produktif 😉 ,

Nah pada kali ini saya bagikan topologi layanan pada jaringan telekomunikasi yang saya kutip dari catatan kuliah Sigit Haryadi “Grade of Service & Quality of Service Concept and Analysia/s” pada matakuliah Telecommunication Traffic Engineering Lecture Notes Chapter 5 Institut Teknologi Bandung.

  1. Topologi Jaringan FTTH ( Fiber to the Home)Gambar Topologi bisa anda download pada http://www.fiberoptictel.com/application-solution/basic-fttx- networks/page/3/ atau gambar dibawah ini.

    www.blog.calesmart.com

  2. Topologi jaringan 2G www.blog.calesmart.com
  3. Topologi User/data plane 2G-GSM,Gambar topologi User/data plane 2G-GSM bisa anda kunjungi pada http://ipcisco.com/evolution-from-2g-to-lte-part-1/www.blog.calesmart.com
  4. Topologi User/data plane 2G-GPRS,GPRS (General Packet Radio Service )

    Gambar topologi User/data plane 2G-GPRS bisa anda kunjungi pada http://ipcisco.com/evolution-from-2g-to-lte-part-2www.blog.calesmart.com

  5. Topologi User/data plane 3G,Gambar topologi User/data plane 3G bisa anda kunjungi pada http://denmasbroto.com/article-2-umts-3g- network-architecture.htmlwww.blog.calesmart.com
  6. Topologi Jaringan LTE,Link untuk topologi jaringan ini bisa dilihat pada http://www.rcrwireless.com/20140513/network- infrastructure/lte/lte-network-architecture-diagramwww.blog.calesmart.com
  7. Topologi User/data plane 2G/3Gwww.blog.calesmart.com
  8. Topologi control plane 2G/3G/4Gwww.blog.calesmart.com

Demikian jenis-jenis topologi jaringan telekomunikasi yang digunakan, untuk daftar istilah saya update di kemudian hari, semoga bermanfaat.

Posted in Artikel, Buku, Telekomunikasi Tagged with: , , ,

www.blog.calesmart.com
Mei 17th, 2017 by Catur Budi Waluyo

Apa yang anda ketahui dengan diagram mata?pada telekomunikasi, diagram mata ini sangat diperlukan sekali dalam analisa data untuk evaluasi efek gabungan dari channel noise dan ISI ( Inter Symbol Interference) terhadap kinerja suatu sistem baseband pulsa transmisi. Pada artikel kali ini saya tidak membahas lebih jauh tentang cara analisa dengan diagram tersebut melainkan hanya cara menampilkan diagram mata pada matlab 2013. Pada mata kuliah siskom digital pasti akan anda temui diagram mata ini. Untuk pembahasan diagram mata bisa anda baca buku dengan judul Digital communication penulis john R. Barry dkk edisi 3 penerbit springer. Untuk script bisa di copy dibawah ini,

sedangkan tampilan dari diagram mata dapat dilihat pada gambar berikut ini.

  1. Gambar 1 dengan nilai alpha 0.5 www.blog.calesmart.com
  2. Gambar 2 dengan nilai alpha 1 www.blog.calesmart.com

Menurut wikipedia, pengertian Diagram mata adalah layar osiloskop dimana sinyal data digital dari penerima yang berulang-ulang sampel dan diterapkan ke input vertikal , sedangkan data rate yang digunakan untuk memicu sapuan horizontal. Disebut demikian karena, untuk beberapa jenis coding , pola tampak seperti serangkaian mata antara sepasang rel . Ini adalah alat eksperimental untuk evaluasi efek gabungan dari channel noise dan interferensi intersymbol terhadap kinerja suatu sistem  baseband pulsa transmisi . Ini adalah superposisi disinkronkan dari semua kemungkinan realisasi dari sinyal bunga dilihat dalam interval sinyal tertentu. Beberapa ukuran kinerja sistem dapat diturunkan dengan menganalisis layar. Jika sinyal terlalu panjang , terlalu pendek , kurang disinkronkan dengan jam sistem , terlalu tinggi , terlalu rendah , terlalu berisik , atau terlalu lambat untuk berubah, atau memiliki terlalu banyak undershoot atau overshoot , ini dapat dilihat dari diagram mata . Sebuah pola mata terbuka sesuai dengan sinyal distorsi minimal. Distorsi gelombang

sinyal akibat gangguan intersymbol dan kebisingan muncul sebagai penutupan pola mata.

catatan:

dari gambar dapat diamati bahwa pembukaan mata horisontal dengan alpha 0.5 lebih kecil dibandingkan nilai alpha 1.Oleh karena itu, kesalahan dalam penentuan waktu menyebabkan penurunan kinerja yang lebih besar pada pengunaan kriteria alpha 0.5 di bandingkan alpha 1. Namum dalam penggunaan alpha 1 dapat digunakan untuk peningkatan bandwidth yang dibutuhkan untuk transmisi.

Posted in Buku Tagged with: , ,

www.blog.calesmart.com
Januari 19th, 2017 by Catur Budi Waluyo

Hallo guys, pada kali ini saya coba share sedikit tentang multi antena, kalo berdasarkan kosakata, menurut kalian artinya apa guys? multi antena adalah antena jamak atau banyak antena baik di Pengirim maupun di penerima. Tujuan untuk menambah antena kenapa? Pada sistem komunikasi, kapasitas data akan berbanding terbalik dengan kecepatan data, sehingga untuk mengatasi hal ini, maka diperlukan metode multi antena baik di pengirim maupun di penerima atau sering disebut multi input multi output (MIMO). MIMO khususnya pada LTE mempunyai sinyal Referensi yang unik dibandingkan dengan perangkat transmisi yang lain.

Secara umum, transmisi multi antena mengirimkan simbol data  ke beberapa antena pengirim maupun diterima dengan beberapa antena penerima (Tse and Viswanath,2005). Sehingga penggunaan multi antena sngat bervariasi misalnya untuk mempercepat data, menambah kapasitas layanan serta mengurangi efek fading untuk menambah diversitas.

Sehingga pada komunikasi multi antena mempunyai kelebihan yaitu meningkatkan kapasitas sistem dan efisiensi spektral serta mengurangi efek dari fading untuk menambah diversitas, karena ketika kanal yang berbeda maka fading bersifat independen. Kapasitas dari sistem wireless akan meningkat sesuai dengan jumlah antena pengirim dan antena penerima. Dengan menggunakan Teknik Spasial Multiplexing kecepatan data akan meningkat tanpa membutuhkan frekuensi tambahan dan total daya pancar (Jiang and Hanzo,2007).

Menurut (Tse and Viswanath,2005; Zarrinkoub, 2014) transmisi multi antena ada beberapa teknik yaitu Metode combining atau penggabungan di penerima, transmit diversity dan spatial multiplexing.

Untuk Model kanal yang digunakan pada sistem Multi Input Multi Output dapat dilihat pada gambar berikut ini.

www.blog.calesmart.com

Gambar 1. Model kanal yang digunakan pada sistem Multi Input Multi Output

Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat.

Posted in Buku Tagged with: , , , , ,

Januari 10th, 2017 by Catur Budi Waluyo

Hallo guys, udah lama saya gak menyapa pembaca, pada kali ini saya akan sharing perkembangan LTE yang notabene sekarang menjadi idola kaum muda, wah wah, LTE punya kelebihan apa nich, nyampe internet lovers menggandrunginya. Padahal dulu Wimax juga tidak kalah cepat dibandingkan LTE tapi Wimax lambat laun redup dan tergantingan dengan Wifi dan LTE. apa gara-gara heboh penemu LTE dari Indonesia? sebenarnya LTE itu sudah lama di kembangkan hanya saja kita yang gaptek, baru paham mulai pada tahun 2013 an.

Kalo masalah perkembangan teknologi indonesia sering berpedoman pada negara eropa? jadi jika di eropa booming lambat laun di indonesia pun juga booming. ok, tanpa panjang lebar pemaparan perkembangan LTE bisa dilihat dibawah ini..wkwkwk

LTE di standarisasi oleh 3GPP(Third Generation Partnership Project ), yang memperkenalkan Long Term Evolution (LTE) generasi ke 3 pada standar komunikasi bergerak, dimana LTE release 9 menggambarkan standar komunikasi bergerak throughput mencapai 300 Mbps pada downlink dengan menggunakan teknologi Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dan 75 Mbps pada uplink menggunakan modulasi Single Carrier Frequency Division Multiple Acces (SC-FDMA). Perkembangan komunikasi wireless dapat dilihat pada gambar 1 ( Zarrinkoub, 2014; Yonis and Abdullah,2012;  Dahlman et al, 2011).

www.blog.calesmart.com

Gambar 1 Perkembangan komunikasi wireless dari 2G sampai 4G (pertambahan throughput, effisiensi dan peak data rate ) (Zarrinkoub, 2014; Yonis and Abdullah,2012 ).

Teknologi 2G pada sistem komunikasi digital diluncurkan pada tahun 1990 yang mendukung Global System for Mobile Communications (GSM) di eropa dan Interim Standard 54 (IS-54) di amerika serikat. Teknologi 2G menggunakan Time Devision Multiple Acces (TDMA) yang kanal komunikasinya di bagi-bagi menjadi beberapa pengguna berdasarkan waktu. Teknologi GSM mendukung layanan suara 13 kbps dan data 9.6 kbps. Untuk standar layanan Generalized Packet Radio Service (GPRS) pada GSM mendukung layanan data 171.2 kbps dan berkembang menjadi Enhanced Data Rates for Global Evolution (EDGE) dengan modulasi 8-PSK (phase shift keying) mencapai puncak data rate 384 kbps (Zarrinkoub, 2014 ).

Menurut (Zarrinkoub, 2014) pada teknologi IS-95 di amerika serikat menggunakan teknologi Code Devision Multiple Acces (CDMA) dimana multiple user membagi lebar pita yang lebar dengan penyebaran kode secara orthogonal. Bandwidth pada IS-95 sebesar 1.2284 MHz dengan kanal maksimum sebanyak 64 kanal suara per cell dan kecepatan data sebesar 14.4 kbps per kanal. Pada tahun 1997 sampai 2003 Third Generation Partnership Project 2 (3GPP2) mengembangakan 1xEV-DO (Envolved Voice Data Only) dan EV-DV ( Envolved Data dan Voice) dengan standar kecepatan data puncak antara 2.4 sampai 3.1 Mbps.

Menurut (Zarrinkoub, 2014) pada tahun 2001 Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) direlis dengan data rate downlink 1.92 Mbps dan di upgrade ke High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) dengan data rate yang ditawarkan 14.4 Mbps menggunakan subframe lebih pendek dan modulasi 16QAM (Quadrature Amplitude Modulation). Kemudian direlis standar baru HSDPA dengan Multi Input Multi Output (MIMO)  2×2 modulasi 64 QAM data rate mencapai 84 Mbps. Untuk variasi data rate berbagai jenis teknologi wireless dapat dilihat pada tabel 1.

www.blog.calesmart.com

tabel 1 Peak data rate dari standar wireless selama 2 dekade terakhir (Zarrinkoub, 2014; Anonim,2010).

Demikian sedikit penjelasan tentang perkembangan LTE, sedangkan pembagian LTE dan spesifikasi LTE saya tuliskan pada artikel berikutnya.

Posted in Buku Tagged with: , , ,

www.calesmart.com/blog
Agustus 16th, 2016 by Catur Budi Waluyo

HAPs, itulah yang sering disebut ilmuwan jepang dalam peluncuran riset pertama pada tahun 2005. btw HAPs itu apa? HAPs singkatan dari High altitude Platform Station, adalah pesawat atau balon udara yang bekerja di lapisan Stratosphere sekitar 20 km. HAPS ini dapat digunakan untuk menyediakan layanan broadcast dan multicast serta point-to-point. HAPs di luar negeri sudah mendunia, dan di indonesia mulai tahun 2008 di adakan penelitian oleh dosen-dosen senior dan menghasilkan publikasi paper terindeks internasional. wow banget khan… HAPs merupakan project besar oleh capanina group.

Kenapa sich capanina dan jepang membuat riset besar tentang HAPs? alasannya yaitu Karena HAPs mempunyai kesamaan dengan satelit, Berdasarkan skenario yang di pelajari oleh ETSI pada satelit di [Mohammed A., Yang Z, 2010] juga relevan untuk HAPs. Secara khusus, HAPs dapat menyediakan jaringan Lokal dan Backbone, jaringan akses, termasuk akses internet, seperti konektivitas perusahaan secara intranet maupun internet dengan syarat masih dalam area jangkauannya.HAPs dianggap memiliki beberapa karakteristik yang unik dibandingkan dengan komunikasi terestrial dan sistem satelit.

Untuk Perbandingan antara sistem komunikasi Terestrial, HAPs, dan layanan satelit dapat dilihat pada tabel berikut:

  Terestrial HAP LEO Satelit GEO Satelit
Area cakupan (diameter) <1 Km Up to 200 Km >500 Km Up to Global
Ukuran Sel (Diameter) 0.1-1 Km 1-10 KM <50 Km 400 Km minimum
Total Area layanan Layanan titik ( Spot Area) Nasional/Regional Global Quasi- Global
Kecepatan data maksimum per User 155Mbps 25-155Mbps <2 Mbps up Link, 64 Mbps downlink 155 Mbps
Penyebaran Sistem Tetap Fleksibel Menggunakan banyak satelit Fleksibel tetapi lead time lama

Sedangkan konsep sistem komunikasi wireless yang heterogen untuk komunikasi 3G atau  generasi berikutnya dapat dilihat pada gambar berikut:

www.calesmart.com/blog

sistem komunikasi heterogen masa depan [Mohammed A., Yang Z, 2010]

Pada gambar diatas menunjukan bahwa lingkungan dibangun untuk berkomunikasi secara heterogen pada lingkungan radio, yang meliputi komunikasi melalui satelit, HAPs maupun terestrial. Sistem komunikasi tersebut telah menggambarkan permintaan untuk komunikasi mobile secara broadband karena perkembangan pesat dalam dua dekade terakhir.

Pada HAPs juga kompatibel untuk di tumpangi sistem 4G LTE. wow LTE.. LTE singkatan dari Long Term Evolution. yang menggunakan modulasi OFDM pada downlinknya. untuk akhir-akhir ini yang pembaca temui iklan-iklannya alias sedang booming sekali..:)..untuk lebih detail tentang LTE saya jelaskan pada artikel berikutnya.semoga bermanfaat.

Posted in Buku Tagged with: , , , , , , , , ,